Source: fathizaki
Jangan mau jadi figuran di cerita hidup sendiri
Dalam hidup itu ada tiga manusia terdekat. Orang tua, pasangan, dan anak. Semuanya diberikan sebagai takdir. Kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan oleh ibu yang mana. Kita juga tidak akan pernah bisa memilih mendapatkan anak yang seperti apa. Tapi, kita measih mungkin memilih pasangan kita. Walau jodoh ditangan Tuhan, tapi kita diberi kesempatan untuk berupaya keras mendapat pasangan terbaik
Source: kurniawangunadi
Kau tak mungkin melupakan dia yang kau cintai. Kau hanya mampu menerima kenyataan bahwa sudah bukan kau lagi yang menemani hari-harinya.
Jangan menilai masa depan anak muda yang punya impian banyak berdasarkan keadaan ekonominya yang masih kurang hari ini. Mereka adalah manusia yang punya visi besar, namun terperangkap dalam tubuh yang kecil. Beri mereka waktu untuk membuktikan bahwa mereka mampu.
Jangan bermain-main dengan hati perempuan. Hatinya dalam dan sensitif, bisa menghanyutkan dan menenggelamkan. Tapi juga tangguh, bisa menguatkan, menumbuhkan, dan menjelmakan mimpi-mimpi kita. Hati perempuan bisa memaafkan, tapi tidak bisa melupakan apa yang pernah singgah di pedalaman hatinya. Kalau tidak serius, jangan main-main.
Source: kurniawangunadi
Segala hal yang kau (coba) ikhlaskan akan membuat hatimu lega dan lapang kemudian. Itu lebih baik, walau jauh dari kemudahan.
Bila saya sayang kamu dan kamu tidak, anggap lah Tuhan sedang menguji ketulusan hati saya dengan mencintai seseorang yang bukan jodoh saya.
karena saya percaya, yang berjodoh akan senantiasa saling mencintai, tanpa perlu bersusah payah membuat saling cinta.
- Tia Setiawati Priatna
(via karenapuisiituindah)Berhentilah bermain-main dengan hati. Dalam setiap jiwa, ia hanya ada satu, maka kau memang sepantasnya untuk berhati-hati.
Hatiku memang tak baik-baik saja ketika melihatmu lebih memilih dia. Namun kurasa, ada yang akan melega seiring waktu berjalan nantinya.
Dilema
Pernahkah kau berpikir tentang pecinta hujan?
Yang katanya begitu bahagia melihat hujan turun, namun tetap saja memakai payung.
Pernahkah kau bertanya-tanya, tentang cinta?
Yang pujangga bilang seharusnya selalu mampu menguatkan kita,
namun tetap saja ada yang melemah saat sedang terluka karenanya.
Aku begitu mencintaimu.
Cinta yang kurasa tidak pernah sama, dengan yang sudah-sudah.
Cinta yang begitu besar, sampai aku khawatir aku lebih mencintaimu daripada diriku sendiri.
Seharusnya, tak boleh begitu kan?
Lalu hatiku mulai kehilangan logikanya.
Merasa tak perlu mengikursertakan pola pikir.
Karena ia hanya tentang rasa saja.
Dan karena ia takut akan mengalami dilema.
Separuh aku ingin kau tetap ada.
Walau aku sudah sekarat,
dan hampir merasa tak akan lagi kuat.
Separuh yang lain ingin kau pergi saja.
Menghilang entah ke mana.
Dan tak perlu berkirim kabar berita.
Mungkin dengan begitu, aku mampu terbebas dari belenggu rasa cinta.
Cinta yang buta.
Ah ya, memangnya sejak kapan, hati bersahabat dengan logika?
Kurasa aku pun tak pernah mendengarnya.
Bintaro, 12 Februari 2013
- Tia Setiawati Priatna
Tempat di mana saya selalu dapat menemui kamu semau saya adalah hati saya sendiri.
Pada saat jatuh, cinta tak butuh alasan. Namun ketika pergi, ia butuh minimal satu alasan kuat untuk melaju tanpa menoleh lagi ke belakang.
Larangan Memukul Anak Kecil yang Sedang Menangis
Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kamu memukul anak- anak kamu di sebabkan mereka menangis dalam masa setahun. Karena pada empat bulan pertama kelahirannya Ia bersyahadat LAA ILAAHA ILLALLAH. Pada empat bulan kedua pula ia berselawat ke atas Nabi SAW Dan pada empat bulan seterusnya pula ia mendoakan kedua ayah bunda nya. ( H.R. Abdullah Ibnu Umar r.a. )
Baginda Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tangisan anak di waktu kecil pada bulan pertama adalah tanda ia bertauhid kepada Tuhan Nya dan empat bulan kedua pula ia membacakan selawat kepada Nabi nya dan empat bulan seterus nya ia memohon istighfar untuk kedua ayah bunda nya.
Rasulullah SAW Bersabda :
Anak-anak sebelum sampai ia baligh maka apa-apa yang di perbuat nya daripada kebaikan maka di tuliskan untuknya dan kedua ibu bapaknya.
Dan apa yang di perbuat nya daripada kejahatan maka tiadalah di tulis untuk nya dan tidak pula di tulis untuk kedua ibu bapaknya. Apabila ia telah baligh maka berlakulah yang di tulis itu atasnya ia itu segala amal baik atau buruknya. ( H.R. Imam Anas bin Malik r.a.)
Sabda Rasulullah SAW ;
“Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada.” (HR. Muslim)
Semoga Bermanfaat..
(via annisanis)
Source: facebook.com


